LONDON — Pemerintah Inggris secara terbuka mendesak raksasa teknologi Meta untuk memberlakukan langkah-langkah perlindungan anak yang sama di Britania Raya sebagaimana yang telah disepakati perusahaan di Amerika Serikat. Desakan ini muncul sehari setelah Meta menuntaskan gugatan yang diajukan puluhan negara bagian AS dengan nilai kesepakatan yang bisa mencapai US$18 miliar atau setara sekitar Rp280 triliun.
Menteri Pekerjaan dan Pensiun Inggris, Pat McFadden, pada Kamis (27/8/2026) menegaskan bahwa ia tidak menginginkan anak-anak muda di Amerika Serikat memperoleh "tingkat perlindungan yang lebih tinggi" dibandingkan anak-anak muda di Inggris. Pernyataan tegas itu disampaikan menyusul penyelesaian tuntutan hukum yang menuduh Meta merugikan anak-anak melalui produk yang dianggap berbahaya.
Latar Belakang Gugatan di Amerika Serikat
Gugatan yang diajukan oleh puluhan jaksa agung negara bagian AS menuding Meta—perusahaan induk Instagram, Facebook, dan WhatsApp—sengaja merancang produk yang membuat pengguna muda kecanduan. Tuduhan tersebut mencakup penggunaan algoritma yang dirancang untuk memaksimalkan waktu layar, fitur yang mendorong perbandingan sosial, hingga sistem notifikasi yang dinilai manipulatif bagi anak-anak dan remaja.
Menurut para penggugat, dampaknya berupa peningkatan kasus kecemasan, depresi, hingga gangguan citra tubuh di kalangan remaja pengguna platform Meta. Setelah melalui proses hukum yang panjang serta penolakan awal dari perusahaan, Meta akhirnya memilih jalur penyelesaian di luar pengadilan.
Kesepakatan Bersejarah Senilai US$18 Miliar
Kesepakatan yang ditandatangani pada Rabu (26/8/2026) itu menjadi salah satu penyelesaian terbesar dalam sejarah industri media sosial. Nilainya mencapai hingga US$18 miliar, jauh melampaui estimasi awal para analis, dan setara dengan sekitar £13 miliar dalam kurs Inggris.
Dana tersebut rencananya dialokasikan untuk berbagai program perlindungan anak, termasuk pembentukan mekanisme pengawasan independen, pengetatan pengaturan privasi, pembatasan fitur tertentu bagi pengguna di bawah umur, serta pendanaan penelitian mengenai dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak-anak.
"Saya tidak ingin anak-anak muda di Amerika Serikat memiliki tingkat perlindungan yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak muda di negara ini," ujar McFadden kepada wartawan di London, Kamis.
Pernyataan itu secara langsung menempatkan Inggris pada posisi menuntut kesetaraan standar perlindungan anak di seluruh wilayah operasi Meta, bukan hanya di pasar terbesarnya. Sejauh ini belum diketahui apakah Meta akan memperluas jaminan perlindungan tersebut ke pengguna di luar Amerika Serikat.
Kronologi Peristiwa
- Gugatan diajukan: Puluhan negara bagian AS secara kolektif menggugat Meta atas tuduhan merancang produk yang membahayakan anak-anak.
- Proses hukum berjalan: Perkara berlangsung berbulan-bulan; Meta awalnya membantah tuduhan, namun kemudian membuka jalur negosiasi.
- Kesepakatan ditandatangani: Pada Rabu (26/8/2026), Meta resmi menyetujui penyelesaian senilai hingga US$18 miliar.
- Desakan Inggris: Sehari kemudian, Menteri McFadden mendesak Meta memperluas jaminan perlindungan yang sama ke Britania Raya.
Tekanan Regulasi di Inggris
Desakan McFadden menambah daftar panjang tekanan terhadap Meta di Britania Raya. Inggris telah memiliki Undang-Undang Keamanan Daring (Online Safety Act) yang memberi kewenangan kepada regulator Ofcom untuk menuntut platform bertanggung jawab atas konten yang diakses anak-anak.
Namun, sejumlah pihak menilai penerapan aturan tersebut masih berjalan lambat dibandingkan langkah yang ditempuh Amerika Serikat melalui jalur pengadilan. Penyelesaian di AS dinilai para pengamat sebagai preseden penting yang dapat mempercepat perubahan perilaku platform secara global.
Jika Meta menerapkan standar perlindungan yang sama di seluruh dunia, jutaan pengguna muda di Inggris dan negara lain akan merasakan manfaatnya tanpa harus menunggu proses regulasi domestik masing-masing selesai. McFadden menegaskan pemerintah Inggris akan terus memantau pelaksanaan kesepakatan tersebut dan memastikan Meta memenuhi seluruh komitmennya.
Poin-Poin Kunci
- Nilai kesepakatan penyelesaian: hingga US$18 miliar (sekitar Rp280 triliun)
- Gugatan diajukan oleh puluhan negara bagian AS terhadap Meta
- Meta dituduh merugikan anak-anak dengan produk yang dirancang adiktif
- Menteri Pat McFadden mendesak perlindungan serupa untuk anak-anak Inggris
- Penyelesaian berpotensi menjadi preseden global bagi industri media sosial
Comments (0)