warkini.
Business

Warga Gugat EPA Era Trump soal Bahan Kimia Datacenter Pemicu Kematian Mendadak

WASHINGTON — Sebuah gugatan hukum baru menyerang Administrasi Lingkungan Hidup Amerika Serikat (EPA) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, setelah l

Warga Gugat EPA Era Trump soal Bahan Kimia Datacenter Pemicu Kematian Mendadak

WASHINGTON — Sebuah gugatan hukum baru menyerang Administrasi Lingkungan Hidup Amerika Serikat (EPA) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, setelah lembaga tersebut menyetujui penggunaan dua bahan kimia baru untuk pusat data yang terbukti berbahaya bagi kesehatan manusia. Kedua senyawa tersebut disetujui untuk impor dan digunakan langsung di fasilitas-fasilitas di seluruh AS.

Menurut dokumen gugatan, paparan terhadap kedua senyawa ini dapat menyebabkan kematian mendadak serta serangkaian risiko kesehatan serius lainnya, mulai dari kanker, korosi mata, kerusakan saraf, hingga gangguan reproduksi. Persetujuan cepat ini memicu kecaman dari sejumlah kelompok lingkungan dan kesehatan masyarakat yang menjadi penggugat dalam kasus tersebut.

Bahan Kimia Terindikasi sebagai PFAS "Forever Chemicals"

Kedua senyawa yang disetujui EPA tergolong sebagai photoacid generators atau generator asam fotokimia, komponen penting dalam produksi semikonduktor yang menjadi tulang punggung industri kecerdasan buatan dan pusat data. Yang mengkhawatirkan, kedua senyawa ini diduga juga merupakan bagian dari keluarga bahan kimia PFAS yang dikenal sebagai "forever chemicals" karena sulit terurai di alam maupun di tubuh manusia.

Namun, status pasti kedua bahan tersebut belum dapat dipastikan secara publik. Sebagian besar dokumen EPA yang berkaitan dengan persetujuan ini disensor atau disunting, sehingga informasi rinci tentang komposisi dan dampaknya tertutup dari mata publik. Ketiadaan transparansi ini justru menjadi salah satu poin utama dalam gugatan yang diajukan.

PFAS memang lazim digunakan dalam rantai produksi semikonduktor selama bertahun-tahun. Industri chip global bergantung pada senyawa ini karena ketahanannya terhadap suhu ekstrem dan reaksi kimia. Akan tetapi, ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa akumulasi PFAS dalam tubuh dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis dan fatal.

Kronologi Persetujuan Kilat di Tengah Boom Datacenter

  1. EPA era Trump membuka jalur persetujuan cepat (fast-track) untuk bahan kimia industri pendukung pembangunan datacenter dan produksi chip.
  2. Dua senyawa generator asam fotokimia disetujui untuk diimpor dan langsung dipakai di fasilitas di berbagai negara bagian tanpa uji toksikologi yang transparan.
  3. Sejumlah kelompok lingkungan hidup mengajukan gugatan hukum, menyoroti risiko "kematian mendadak" dan penyakit serius lainnya.
  4. Gugatan juga mencermati redaksi dokumen EPA yang disensor sehingga publik tak bisa menilai keamanan bahan tersebut secara mandiri.

Analisis: Taruhan Ekonomi versus Kesehatan Publik

Kontroversi ini tidak bisa dilepaskan dari perlombaan masif membangun pusat data di Amerika Serikat untuk mendukung ledakan teknologi AI. Pemerintah Trump dikenal mendorong percepatan perizinan proyek infrastruktur digital, termasuk penyederhanaan proses persetujuan bahan kimia industri. Di sisi lain, para ahli kesehatan menilai kebijakan itu mengorbankan prinsip kehati-hatian yang seharusnya menjadi fondasi regulasi zat berbahaya.

"Persetujuan bahan kimia yang berpotensi memicu kematian mendadak tanpa transparansi penuh adalah presiden berbahaya bagi kesehatan publik," ujar salah satu pengacara kelompok penggugat dalam pernyataan gugatan tersebut.

AspekKlaim Pemerintah/IndustriKekhawatiran Penggugat
Kecepatan izinMendukung pertumbuhan AI dan ekonomiLewati uji keselamatan memadai
Jenis bahanPhotoacid generator standar industriTerindikasi PFAS "forever chemicals"
TransparansiRahasia dagang terlindungiDokumen disensor, publik buta data
Dampak kesehatanAman sesuai evaluasi internalKematian mendadak, kanker, kerusakan saraf

Data historis menunjukkan paparan PFAS telah dikaitkan dengan lebih dari 200 jenis penyakit dalam berbagai studi epidemiologis, termasuk peningkatan risiko kanker ginjal dan testis, kolesterol tinggi, serta penurunan imunitas anak. Jika kedua senyawa baru ini benar-benar tergolong PFAS, jutaan pekerja dan warga sekitar kompleks datacenter berpotensi terpapar tanpa sadar melalui udara, air tanah, maupun limbah industri.

Apa Selanjutnya?

Perkara ini kini akan diperiksa oleh pengadilan federal. Jika gugatan dikabulkan, persetujuan EPA atas kedua bahan kimia bisa dibatalkan atau dipaksakan melalui proses evaluasi ulang yang transparan. Sementara itu, aktivis lingkungan mendesak Kongres meninjau kembali kewenangan EPA dalam skema persetujuan cepat yang dinilai membuka celah bahaya. Kasus ini juga menjadi ujian pertama bagi komitmen pemerintah Trump dalam menyeimbangkan ambisi industri AI dengan tanggung jawab perlindungan kesehatan masyarakat.

[SOCIAL_TWEET]: EPA era Trump digugat karena menyetujui 2 bahan kimia datacenter yang berisiko pemicu kematian mendadak. Dokumen disunting, publik tak tahu isi persetujuannya. #PFAS #EPA #Datacenter[SOCIAL_TG]: ⚠️ EPA Trump digugat: 2 bahan kimia datacenter disetujui kilat, berisiko "kematian mendadak". Diduga PFAS, dokumen disensor. Simak kronologi dan analisis lengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User

Popular Posts

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll