HONG KONG — Raksasa mode cepat asal Tiongkok, Shein, akhirnya mengunci rencana pencatatan sahamnya di Bursa Efek Hong Kong dengan valuasi yang menyusut tajam, setelah selama hampir dua tahun santer digoda untuk melantai di London. Keputusan itu sekaligus mengakhiri drama panjang perebutan IPO perusahaan fashion daring terbesar di dunia tersebut antara bursa Asia dan Eropa.
Kabar ini mengemuka melalui analisis Nils Pratley, kolumnis keuangan senior The Guardian, yang terbit pada 26 Agustus 2026. Dalam tulisannya, Pratley menilai keputusan Shein memilih Hong Kong justru menjadi "peluru yang berhasil dihindari" pasar saham London, mengingat segudang pertanyaan besar yang masih menggantung di atas model bisnis perusahaan yang didirikan di Tiongkok itu.
Godaan Politik yang Berlarut-larut
Kemungkinan Shein melantai di London sempat menjadi cerita yang berlarut-larut sepanjang 2024 hingga memasuki tahun 2025. Para politisi dari dua partai besar Inggris terlibat dalam upaya lobi di balik layar untuk membujuk perusahaan tersebut. Shein digambarkan sebagai suntikan adrenalin teknologi bagi panggung pencatatan saham lokal yang sedang lesu, sekaligus kesempatan emas untuk mengiklankan keterbukaan Inggris terhadap arus modal internasional.
"Shein dipandang sebagai suntikan adrenalin teknologi bagi bursa saham London yang lesu, sekaligus bukti keterbukaan Inggris terhadap modal internasional," tulis Pratley dalam analisisnya.
Menariknya, keputusan untuk hengkang dari London datang setelah Shein dikabarkan sempat mengajukan dokumen pencatatan secara rahasia kepada regulator Inggris pada awal Juni 2024, sebagaimana dilaporkan sejumlah sumber. Rencana itu sempat memicu perdebatan publik yang panas, terutama karena praktik bisnis perusahaan yang dianggap kontroversial di mata para pengawas dan kelompok masyarakat sipil.
Namun, di balik hiruk-pikuk rayuan politik itu, sejumlah kalangan justru mengingatkan bahwa penerimaan Shein di London akan membawa konsekuensi reputasi yang tidak ringan. Perusahaan yang berbasis di Singapura namun berakar kuat di Tiongkok ini kerap menjadi sasaran kritik, mulai dari isu praktik ketenagakerjaan di pabrik-pabrik pemasoknya hingga transparansi rantai pasok dan perlakuan terhadap pekerja.
Empat Alasan London Dianggap Beruntung
Keputusan Shein memilih Hong Kong dinilai menyelamatkan Bursa Efek London dari sejumlah risiko besar. Berikut poin-poin kunci yang menjadi perhatian para analis:
- Valuasi menyusut drastis: Target valuasi Shein dalam IPO Hong Kong jauh lebih kecil dibandingkan angka fantastis yang sempat diperbincangkan di puncak kejayaannya, ketika valuasi perusahaan sempat melesat mendekati kisaran 100 miliar dolar AS pada 2022 sebelum merosot pada putaran pendanaan berikutnya.
- Pertanyaan atas model bisnis: Praktik bisnis Shein, termasuk sistem produksi berbasis pesanan kecil dan cepat, masih menyisakan tanda tanya besar di mata regulator dan investor institusional.
- Tekanan geopolitik: Ketegangan dagang dan teknologi antara Tiongkok dan negara-negara Barat membuat status serta kepemilikan perusahaan semakin rumit untuk diaudit publik.
- Risiko reputasi bursa: Dengan menerima pencatatan Shein, London berarti ikut menanggung beban pengawasan publik atas praktik bisnis perusahaan yang kontroversial.
Pelajaran untuk Pasar Modal Inggris
Kisah Shein menjadi cermin bagi pasar modal Inggris yang tengah berjuang keras menarik kembali perusahaan-perusahaan teknologi global. Dalam beberapa tahun terakhir, Bursa Efek London memang kehilangan sejumlah nama besar yang memilih pindah atau menunda pencatatan sahamnya, sehingga pemerintah Inggris gencar melonggarkan aturan untuk memikat calon emiten.
Namun, kegagalan membujuk Shein justru bisa dibaca sebagai berkah tersembunyi. Alih-alih mengejar valuasi besar dengan mengorbankan standar tata kelola, London bisa fokus menarik perusahaan dengan model bisnis yang lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Menarik emiten besar memang menggoda, tetapi tidak jika harus mengorbankan kredibilitas bursa.
Nasib IPO Hong Kong yang Menanti
Di sisi lain, keputusan Shein menjadi ujian bagi Bursa Efek Hong Kong yang kini bersiap menghadapi salah satu IPO terbesar dalam sejarahnya. Dengan valuasi yang menyusut, perusahaan menghadapi tantangan meyakinkan investor bahwa prospek pertumbuhannya tetap solid di tengah persaingan ketat e-commerce global dan ancaman tarif perdagangan internasional.
Bagi para pengamat, hasil IPO Shein nantinya akan menjadi indikator penting bagi iklim pencatatan saham di Asia sekaligus barometer kepercayaan investor global terhadap perusahaan mode cepat asal Tiongkok. Apakah sahamnya akan disambut antusias atau justru diperdagangkan di bawah harga penawaran, hanya waktu yang akan menjawab.
[SOCIAL_TWEET]: Shein batal melantai di London dan memilih IPO Hong Kong dengan valuasi menyusut tajam. London justru disebut "beruntung" lolos dari risiko reputasi. 🧵👇[SOCIAL_TG]: 📉 BREAKING: Shein resmi pilih IPO Hong Kong, tinggalkan London! Valuasi menyusut tajam dan kolumnis keuangan menyebut bursa London justru "dodged a bullet". Baca analisis lengkapnya 👇
Comments (0)