BUENOS AIRES — Lionel Messi resmi menutup karier internasionalnya bersama Timnas Argentina dengan cara yang penuh emosi. Dalam laga perpisahan yang digelar di Stadion Monumental, Buenos Aires, sang megabintang berusia 37 tahun itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 3-0 atas Benin, disaksikan sekitar 85.000 suporter yang memadati tribun dari awal hingga akhir pertandingan.
Momen itu menjadi penutup sempurna bagi perjalanan panjang Messi bersama La Albiceleste. Sejak debutnya pada 2005, ia telah membawa Argentina meraih sederet gelar bergengsi, termasuk yang paling dinanti sepanjang sejarah: trofi Piala Dunia 2022 di Qatar. Kini, generasi baru pencinta sepak bola menyaksikan sang legenda mengucapkan salam perpisahan di kandang kebanggaan Argentina.
Malam yang Penuh Haru di Monumental
Stadion Monumental sudah bergemuruh jauh sebelum kick-off. Ribuan suporter membentangkan spanduk bertuliskan terima kasih untuk Messi, sementara yel-yel "Messi, Messi!" terdengar tanpa henti dari seluruh penjuru stadion. Suasana semakin emosional ketika nama sang kapten diumumkan lewat pengeras suara—seluruh tribun berdiri dan bersorak dalam satu suara.
"Ini adalah malam yang tidak akan pernah saya lupakan. Terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya selama ini. Saya sudah memberikan segalanya untuk jersey ini," ujar Messi usai pertandingan.
Kronologi Laga Perpisahan
Argentina tampil dominan sejak menit awal dan menguasai jalannya pertandingan melawan Benin yang mencoba bertahan rapat. Berikut urutan momen penting dalam laga bersejarah tersebut:
- Babak pertama: Argentina membuka keunggulan lebih dulu melalui serangan cepat dari sisi kanan pertahanan Benin.
- Menit 45: Messi menggandakan keunggulan dengan penyelesaian khasnya di dalam kotak penalti, memicu euforia 85.000 penonton.
- Babak kedua: Argentina menambah gol ketiga melalui kerja sama apik untuk mengunci kemenangan 3-0.
- Menit akhir: Messi digantikan dan menerima standing ovation panjang, menandai berakhirnya era legendaris.
Warisan yang Mengubah Sejarah
Karier Messi bersama Argentina adalah salah satu yang paling gemilang dalam sejarah sepak bola dunia. Gelar Piala Dunia 2022 mengakhiri penantian 36 tahun sejak titel terakhir Argentina pada 1986. Sebelum itu, ia juga mempersembahkan Copa América 2021 dan 2024 serta Finalissima 2022.
Catatan statistiknya pun mencengangkan: lebih dari 180 penampilan internasional dan 100+ gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Argentina.
- Piala Dunia 2022 — gelar paling bersejarah setelah penantian 36 tahun
- Copa América 2021 & 2024 — dua gelar kontinental beruntun
- Finalissima 2022 — kemenangan atas Italia di Wembley
- Rekor 100+ gol internasional — pencetak gol terbanyak Argentina sepanjang masa
Reaksi Publik dan Babak Baru Argentina
Perpisahan Messi menjadi sorotan utama media olahraga dunia. Ribuan suporter bahkan sudah berkumpul di sekitar stadion sejak pagi hari hanya untuk menyaksikan momen bersejarah ini. Banyak di antara mereka mengenakan jersey nomor 10, mengenang lebih dari dua dekade kebersamaan dengan sang idola.
"Saya tumbuh besar menonton Messi. Hari ini saya menangis, tapi juga bahagia karena bisa menjadi bagian dari sejarah ini," ujar seorang suporter asal Buenos Aires dengan mata berkaca-kaca.
Dengan berakhirnya karier internasional Messi, Argentina kini memasuki babak baru. Nama-nama muda seperti Julián Álvarez dan Lautaro Martínez diharapkan mampu meneruskan warisan sang kapten. Namun satu hal yang pasti: nama Lionel Messi akan selalu dikenang sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa, dan malam di Monumental itu akan dikenang selamanya oleh jutaan penggemar di seluruh dunia.
Comments (0)