Nov 04, 2026
World

Israel Peringati Tiga Tahun Serangan 7 Oktober di Tengah Bayang-Bayang Pemilu

Israel memasuki momen refleksi mendalam pada Rabu ini ketika seluruh negeri memperingati tiga tahun serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 — hari paling memati

Israel Peringati Tiga Tahun Serangan 7 Oktober di Tengah Bayang-Bayang Pemilu

Israel memasuki momen refleksi mendalam pada Rabu ini ketika seluruh negeri memperingati tiga tahun serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 — hari paling mematikan dalam sejarah negara itu. Upacara peringatan digelar di berbagai penjuru negeri, dari kibbutz-kibbutz di perbatasan Gaza hingga lapangan-lapangan kota besar, semuanya berlangsung di bawah pengamanan ekstra ketat yang mengubah suasana duka menjadi operasi keamanan berskala besar.

Tiga tahun berlalu, namun luka yang ditinggalkan belum juga mengering. Nama-nama korban masih dibacakan dengan suara bergetar oleh keluarga yang hadir. Lilin dinyalakan. Lagu-lagu ratapan dikumandangkan. Namun tahun ini terasa berbeda — karena peringatan kali ini jatuh tepat di ambang pemilu yang diprediksi akan menjadikan tragedi 7 Oktober sebagai isu paling menentukan di bilik suara.

Duka yang Berbaur dengan Ketegangan Politik

Di seluruh negeri, bendera dikibarkan setengah tiang. Sekolah-sekolah menggelar upacara khusus. Stasiun televisi menyiarkan program dokumenter sepanjang hari. Namun di balik khidmatnya peringatan, denyut politik terasa kian kencang. Para politisi dari berbagai kubu berlomba menempatkan diri sebagai pihak yang paling memahami dan paling mampu memulihkan rasa aman warga.

"Kami tidak hanya mengenang mereka yang gugur. Kami juga menuntut jawaban: bagaimana ini bisa terjadi, dan apa yang akan dilakukan untuk memastikan tidak terulang lagi?" ujar salah satu perwakilan keluarga korban dalam upacara di Yerusalem.

Pertanyaan itu menggema di seluruh negeri. Tiga tahun setelah serangan yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyeret 251 orang ke Gaza sebagai sandera, sebagian besar warga Israel masih merasa jawaban atas kegagalan intelijen dan militer belum tuntas. Komisi penyelidikan negara masih menjadi tarik-menarik politik yang alot.

Tragedi sebagai Poros Kampanye Pemilu

Pemilu yang akan datang diprediksi menjadi referendum tak resmi atas kepemimpinan negara selama dan setelah krisis. Partai-partai berhaluan kanan menekankan narasi keamanan dan pemulihan deterrensi. Kubu oposisi menyoroti akuntabilitas, transparansi, dan tanggung jawab kepemimpinan.

Isu KunciPosisi KananPosisi Oposisi
Keamanan nasionalPrioritas absolut, operasi militer diperluasPerlu strategi baru, evaluasi menyeluruh
Nasib sanderaTekanan militer untuk pembebasanNegosiasi dan kesepakatan prioritas
AkuntabilitasFokus pemulihan, bukan saling menyalahkanKomisi penyelidikan independen mendesak

Yang paling getir, tragedi yang seharusnya menyatukan bangsa justru menjadi medan pertempuran narasi yang memecah belah. Survei-survei terbaru menunjukkan polarisasi yang kian tajam, dengan sebagian pemilih beralih ke partai tengah yang menawarkan stabilitas.

Antara Mengenang dan Melangkah

Ketika malam tiba, cahaya lilin memenuhi alun-alun kota. Nama-nama dibacakan. Doa dipanjatkan. Namun esok pagi, kampanye akan kembali bergulir. Israel berdiri di persimpangan antara mengenang dan melangkah maju — sebuah jalan yang tidak pernah mudah bagi bangsa mana pun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll