warkini.
Business

Kimia Abadi Tembus 13 Kali Batas Legal di Uji Coba Thames Water

LONDON — Kadar salah satu zat kimia "abadi" (forever chemicals) yang beracun tercatat melonjak hingga 13 kali lipat batas legal selama uji coba skema daur

Kimia Abadi Tembus 13 Kali Batas Legal di Uji Coba Thames Water

LONDON — Kadar salah satu zat kimia "abadi" (forever chemicals) yang beracun tercatat melonjak hingga 13 kali lipat batas legal selama uji coba skema daur ulang air senilai jutaan pound milik Thames Water. Skema kontroversial itu direncanakan akan memompa jutaan liter air limbah yang telah diolah ke Sungai Thames saat musim kemarau melanda Inggris.

Temuan ini kontras tajam dengan pernyataan publik Thames Water yang selama ini menegaskan bahwa proyek daur ulang airnya di London barat daya tidak akan merusak lingkungan sungai. Kesenjangan antara data teknis internal dan klaim komunikasi publik tersebut kini memicu pertanyaan serius mengenai kesiapan proyek multijuta pound itu sebelum dijalankan secara penuh.

Rencana Ambisius di Tengah Ancaman Kekeringan

Skema yang diusulkan Thames Water memungkinkan perusahaan menarik puluhan juta liter air per hari dari Sungai Thames, lalu menggantinya dengan efluen — air limbah yang telah melewati proses pengolahan lanjutan. Tujuannya adalah menjaga pasokan air tetap stabil saat kemarau panjang, kondisi yang semakin sering melanda Inggris akibat perubahan iklim dan tekanan permintaan yang terus meningkat.

Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber air baru. Namun, rencana itu juga menuai keberatan karena air limbah olahan berpotensi membawa zat pencemar yang tidak sepenuhnya tersaring — termasuk senyawa PFAS, kelompok bahan kimia yang dikenal luas sebagai kimia abadi.

Temuan Data Uji Coba yang Mengejutkan

Selama fase percontohan, pemantauan kualitas air menunjukkan kadar zat kimia abadi tertentu naik tajam hingga mencapai 13 kali batas legal yang ditetapkan. Angka ini menjadi sinyal bahaya tersendiri. PFAS adalah sekelompok ribuan senyawa sintetis yang dipakai dalam produk tahan panas, tahan noda, dan anti lengket, yang terakumulasi di lingkungan maupun tubuh manusia dan dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan.

Sebagaimana dilaporkan, data uji coba itu berlawanan dengan pesan yang disampaikan perusahaan kepada publik selama ini:

Thames Water menegaskan dalam komunikasi publiknya bahwa proyek daur ulang air di London barat daya "tidak akan merusak lingkungan sungai" — klaim yang kini diuji oleh data uji coba mereka sendiri.

Kontras antara temuan teknis dan narasi publik itu berpotensi memperkeruh posisi perusahaan yang memang sudah lama berada di bawah sorotan, mulai dari kinerja kebocoran pipa, insiden tumpahan limbah, hingga kondisi keuangan yang bermasalah.

Apa Itu Kimia Abadi dan Mengapa Berbahaya?

PFAS (poly- dan perfluoroalkyl substances) disebut kimia abadi karena senyawa ini hampir tidak terurai secara alami. Ia menumpuk di air, tanah, dan organisme hidup selama puluhan tahun, sehingga paparan berulang — termasuk melalui air minum — menjadi kekhawatiran utama regulator kesehatan di berbagai negara.

  • PFAS dipakai luas dalam industri dan produk konsumsi sejak dekade 1940-an.
  • Paparan jangka panjang dikaitkan dengan gangguan hormon, sistem imun, dan peningkatan risiko kanker.
  • Instalasi pengolahan air konvensional umumnya tidak dirancang menyaring PFAS secara efektif.
  • Batas legal kadar PFAS dalam air berbeda antarnegara dan terus diperketat seiring berkembangnya riset.

Tantangan Teknis dan Regulasi

Para ahli pengolahan air menilai skema daur ulang tetap layak secara teknis — Singapura dan sejumlah wilayah di Amerika Serikat telah menjalankannya selama bertahun-tahun. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada rantai pengolahan berlapis serta pemantauan kualitas yang ketat, terutama untuk menangani PFAS yang memang paling sulit dihilangkan dari air.

Bagi Thames Water, temuan uji coba berarti perusahaan harus membuktikan bahwa sistem pengolahannya mampu menahan lonjakan kadar kimia abadi sebelum air efluen dilepas kembali ke Sungai Thames — sungai yang menjadi sumber air minum bagi jutaan orang di London dan sekitarnya.

Apa Selanjutnya?

Data uji coba itu diperkirakan akan menjadi bahan pengawasan ketat dari regulator lingkungan dan kelompok masyarakat sipil. Jika lonjakan kadar PFAS terbukti berulang, proyek multijuta pound ini dapat menghadapi penundaan, revisi desain pengolahan, atau penolakan publik yang lebih keras — di tengah kebutuhan mendesak Inggris akan ketahanan air saat musim kemarau yang semakin panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User

Popular Posts

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll