Industri hiburan dan pariwisata Thailand kini tengah menikmati sorotan global yang luar biasa. Melalui panggung bergengsi Toronto International Film Festival (TIFF), para pembuat film terkemuka dan pejabat pariwisata Negeri Gajah Putih berkumpul untuk menyusun strategi jangka panjang agar momentum kebangkitan sinema serta lonjakan kunjungan wisatawan asing tidak cepat meredup.
Nama-nama besar seperti sineas Banjong Pisanthanakun (sutradara Pee Mak dan The Medium), produser Raymond Phathanavirangoon, serta perwakilan Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) Nithee Seeprae dan jurnalis senior Cod Satrusayang menegaskan bahwa Thailand kini siap menjadi pusat produksi film internasional sekaligus destinasi wisata budaya unggulan di Asia Tenggara.
Langkah Awal: Gelombang Kebangkitan Sinema Lokal Menembus Pasar Global
Transformasi industri hiburan Thailand tidak terjadi secara instan. Popularitas konten lokal, mulai dari film horor, drama romantis, hingga serial orisinal, telah membangun fondasi reputasi yang sangat kuat di kancah perfilman internasional.
Kekuatan cerita otentik berpadu dengan standar produksi yang kian matang membuat karya-karya sineas Thailand dilirik kurator festival dunia. Menurut Banjong Pisanthanakun, kebebasan berekspresi dan eksplorasi genre menjadi kunci utama keberhasilan karya-karya lokal belakangan ini:
"Kreativitas sineas lokal kini jauh lebih berani dan beragam. Kami tidak hanya membuat film untuk konsumsi domestik, tetapi juga merancang narasi emosional yang bisa dirasakan oleh penonton di belahan dunia mana pun."
Dampak Nyata 'The White Lotus': Lonjakan Produksi dan Pariwisata
Kehadiran produksi serial hits HBO, The White Lotus Musim ke-3 yang mengambil lokasi syuting di Bangkok, Phuket, dan Koh Samui, menjadi katalis besar. Proyek raksasa Hollywood ini membuktikan kesiapan infrastruktur dan kru lokal dalam menangani produksi berskala masif.
Nithee Seeprae dari Tourism Authority of Thailand (TAT) menyoroti bagaimana dampak ekonomi dari set-jetting (tren berwisata ke lokasi syuting film) memberi dorongan masif terhadap sektor ekonomi lokal. Dampak positif ini dirasakan langsung melalui beberapa tahapan:
- Peningkatan Kunjungan Wisatawan: Popularitas destinasi kepulauan Thailand kembali melonjak pesat di kalangan wisatawan mancanegara.
- Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal: Ratusan kru lokal terlibat langsung dalam produksi kelas dunia, meningkatkan transfer keahlian teknis.
- Promosi Budaya dan Soft Power: Identitas kuliner, keramahan, dan lanskap alam Thailand terpromosikan secara organik ke jutaan penonton global.
Peta Jalan Masa Depan: Insentif Pajak dan Ekosistem Terpadu
Agar lonjakan ini berkelanjutan, pemerintah Thailand kini memperkuat kebijakan insentif bagi rumah produksi asing, termasuk potongan pajak (tax rebate) hingga lebih dari 20 persen bagi proyek internasional yang berinvestasi di dalam negeri.
Sinergi erat antara pembuat kebijakan dan komunitas kreatif ini diharapkan mampu mempertahankan posisi Thailand bukan hanya sebagai lokasi syuting yang eksotis, tetapi juga sebagai kekuatan utama industri kreatif di Asia.
Comments (0)