INGGRIS — Mantan Petinggi Partai Buruh Tom Watson Resmi Gabung Palantir

Langkah mengejutkan datang dari kancah politik dan teknologi Inggris. Mantan Wakil Pemimpin Partai Buruh, Lord Tom Watson, resmi menyeberang ke sektor tekn

INGGRIS — Mantan Petinggi Partai Buruh Tom Watson Resmi Gabung Palantir

Langkah mengejutkan datang dari kancah politik dan teknologi Inggris. Mantan Wakil Pemimpin Partai Buruh, Lord Tom Watson, resmi menyeberang ke sektor teknologi dengan bergabung bersama perusahaan kecerdasan buatan (AI) kontroversial asal Amerika Serikat, Palantir Technologies. Penunjukan ini menandai babak baru dalam strategi Palantir untuk memperkuat pengaruhnya di ranah kebijakan publik Inggris.

Watson, yang pernah menjadi menteri kabinet, akan memegang posisi penuh waktu untuk bekerja berdampingan dengan Louis Mosley, Chief Executive Palantir wilayah Inggris dan Eropa. Rekrutmen profil tinggi ini berlangsung tepat ketika Palantir menghadapi tekanan politik yang kian memanas atas berbagai kontrak bernilai fantastis dengan institusi publik.

Langkah Strategis di Tengah Pusaran Kontroversi

Bergabungnya Watson bukan tanpa alasan. Kehadirannya dipandang sebagai benteng pertahanan korporasi di tengah gelombang kritik tajam yang dilayangkan sejumlah politisi sayap kiri dan aktivis privasi data di Inggris. Palantir berupaya keras melindungi kesepakatan raksasa sistem data dengan Layanan Kesehatan Nasional (NHS) serta memperluas jejak bisnisnya.

"Penunjukan figur senior dari Partai Buruh ini menjadi manuver taktis Palantir dalam menavigasi dinamika politik kekuasaan dan mempertahankan posisinya di sektor publik Inggris," tulis pengamat kebijakan teknologi.

Kronologi Dinamika Kontrak Palantir di Inggris

Hubungan antara Palantir dan pemerintah Inggris belakangan diwarnai ketegangan diplomatik serta sengketa hukum. Berikut adalah kronologi perselisihan dan tantangan utama yang dihadapi perusahaan:

  1. Sorotan Kontrak NHS (£330 Juta): Muncul desakan politik yang semakin kuat dari berbagai anggota parlemen agar pemerintahan membatalkan kontrak perangkat lunak pengelolaan data pasien NHS senilai £330 juta (sekitar Rp6,6 triliun) karena kekhawatiran etika dan monopoli teknologi asing.
  2. Pemblokiran oleh Wali Kota London (£50 Juta): Hubungan meruncing ketika Wali Kota London, Sadiq Khan, secara resmi memblokir rencana kontrak senilai £50 juta yang sedianya akan menerapkan sistem AI Palantir pada investigasi Kepolisian Metropolitan London (Met Police).
  3. Langkah Gugatan ke Meja Hijau: Menolak keputusan Balai Kota London, Palantir melayangkan gugatan hukum terhadap Sadiq Khan demi memaksakan kelanjutan kesepakatan integrasi AI di tubuh kepolisian metropolitan.

Target Ambisius Memperluas Sektor Publik

Meskipun kerap dihujani kritik perihal transparansi dan perlindungan privasi warga, Inggris tetap menjadi salah satu pasar paling menguntungkan bagi Palantir di luar Amerika Serikat. Berdasarkan laporan keuangan terbarunya, perusahaan saat ini telah membukukan omzet tahunan sebesar £427 juta di wilayah Britania Raya.

Dengan latar belakang Watson yang sarat pengalaman regulasi dan jejaring kuat di lingkaran kekuasaan, Palantir berambisi memenangkan lebih banyak proyek pengadaan AI di kementerian lain:

  • Mempertahankan integritas kontrak federasi data nasional untuk NHS.
  • Memulihkan reputasi dan memenangkan sengketa hukum penggunaan analitik di Kepolisian Metropolitan.
  • Membuka peluang integrasi platform data cerdas di departemen transportasi serta pertahanan sipil.

Tugas Tom Watson dipastikan tidak akan mudah. Ia kini berada di garis depan untuk meyakinkan publik dan mantan rekan-rekan separtainya bahwa teknologi Palantir aman, etis, dan memberikan nilai tambah nyata bagi layanan publik modern di Inggris.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User